Kata jihad yang sekarang ini ramai dibicarakan, menurut Dr. Nasaruddin Umar yang juga salah seorang pembantu rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, ternyata sudah lepas dari konteksnya. Kata ini berkonotasi negatif dan bahkan cenderung kontraproduktif karena didasarkan hanya pada akumulasi kekecewaan dan kemarahan umat Islam saja, bukan didasarkan pada […]
Berkuasanya Partai Kristen Demokrat di Jerman tidak menimbulkan kekhawatiran akan munculnya kebijakan-kebijakan politik yang sektarian. Indonesia dan negara Muslim lainnya masih mencari sintesis antara Islam dan demokrasi. Akankah itu terjadi? Berikut perbincangan Kajian Islam Utan Kayu (KIUK) di Radio 68H, Jakarta, dengan Ahmad Norma Permata, mahasiswa S3 I […]
Untukmu pemilik kelembutan hati di kurungan kabut air mata Menangis hanyalah ekspresi mulia penuh emosi, bukan lari melainkan merenungi sampai akhirnya sadar diri. Bahasa paling murni sebelum nanti terkontaminasi, tercurah tanpa sistematika, hanya luapan belaka. Entah berangkat darimana, pastinya ada sebelum terencana. Bahasa paling tua di dunia, muncul buka […]
Tanpa Logika Empat hari lagi Zie terlahir kedunia, keponakanku nantinya. Buah hati, cipta dari Cinta Buta Kakanda bersama Kekasihnya. Melengkapi keindahan jalinan kasih, menutup semua luka, terganti oleh surga, lupakan luka dunia. Anugrah bagi kita, Karunia yang telah dinanti lama. Zie terlahir dari Cinta, tanpa logika, tanpa syarat, tanpa berpikir guna. ... […]
Atas Nama Kirtis Kita caci lain dengan sebut Apatis Menistakan Apolitis Meminta ragam agar segaris Atas Nama Kritis Teriak lantang dengan egois Dengan alasan Ideologis Semua harus logis Atas Nama Kritis Padat Aktifitas Paling paham soal efektivitas Menyetandarkan nilai produktifitas Atas Nama Kritis Dimasa Orientasi Membuat Konstruksi Jiwa-jiwa baru diekseku […]
Sedang menikmati Getaran yang telah lama dinanti Biarkanlah kata-kata ini jadi Cukup untukku sehati Aku suka seperti ini Tersenyum sendiri Merasakan damainya dini Bahagia tanpa henti Normal laiknya insani... -Tegal 8 Juli 2009-
Dentuman ini Menggejolak enggan henti Membara ditiap detak nadi Mencoba bersembunyi Justru kian menjadi Diredam tak padam Mungkin terlalu dalam Siapa sangka, debar sukma redam Hanya dengan ucap, selamat malam... Nite...
mas Judge,,piye mas…wah tulisannya makin aoy geboy aj..
terus maju pantang mundur, jangan takut dengan kegilaan. Jadilah dan bikinlah tulisan gila supaya org2 bergila ria..