Close Head Guncang Soemardjito

Purwokerto, (28/4) Hentakkan musik cadas dari  Close Head  menjadi penutup acara garapan Heart Corner dan Remoef. Meskipun tampil terakhir, antusias penonton menyaksikan penampilan Close Head sangat besar. Semangat penonton terbakar ketika Close Head mulai menaiki panggung. Penonton berjingkrakkan dan menyanyikan lagu Close Head dengan semangatnya, hingga penonton sampai ikut naik ke panggung . “ Kami benar – benar terkejut dengan antusias penonton disini, mereka udah hapal lagu kita,” tegas Ijan dengan logat Sundanya yang khas.
Band asal Bandung yang digawangi Asep Yolamlam, Aido, serta Ijan sengaja menyambangi Purwokerto dalam rangkaian tour mereka. “ Purwokerto adalah kota keempat dalam lima tour kami, sebenarnya sudah sejak dulu kami pengen ke sini, tapi engga pernah kesampean jadi ini pertama kali kita kesini,” ucap Aido sang gitaris.
Total, band yang berdiri sejak 1997 ini menampilkan lima lagu. Meski sempat terjadi sedikit trouble, namum mereka tetap senang bisa berkunjung ke Purwokerto. “ Yaah, masalah seperti ini masih wajar lah, namanya juga manusia pasti engga ada yang sempurna,” terang mereka kepada tim Cahunsoed. (bagus)

Iklan

Wisma Lavina House, Meski Disamping Pos Satpam Tetap Kecurian

Pabuaran(25/04)-Cahunsoed. Pabuaran indah, sebuah rumah di samping pos satpam kecurian. Wisma Lavina House kehilangan dua laptop milik penghuninya, Gia (Fak. Hukum 2010) dan Nurma (ISP 2007). Kos-kosan tersebut diperkirakan dimasuki pencuri pada pagi hari. Penghuni tersadar adanya pencuri yang menyusup setelah siang hari, saat mereka pulang dari kampus. Bahkan satpam perumahan disamping Wisma Lavina tak menyadarinya pula, meski hanya berjarak 5 meter.

Kristin, seorang penghuni kosan menuturkan, “Kejadiannya sekitar sembilan pagi saat itu kos-kosan sepi karna penghuninya sedang UTS. Satpam ngomongnya pas pagi ada cowok dengan helm pink dan memakai motor Revo”. Kejadian serupa juga pernah terjadi beberapa bulan yang lalu. Sampai berita ini diturunkan pelaku belum tertangkap. (OLL)

Jalan Gunung Sumbing Ditutup Pohon Pisang

Purwokerto- Cahunsoed, Sabtu (23/04). Tepat pukul 05.30, jalan Gunung Sumbing, Bancarkembar, dihebohkan dengan aksi 12 jam penanaman pohon pisang oleh sejumlah warga gunung sumbing. “Aksi ini dilakukan sebagai wujud protes warga gunung sumbing dikarenakan tuntutan perbaikan jalan tak kunjung direspon oleh pemerintah daerah” Ungkap Agus, Kepala RT 02 Gunung Sumbing.
Jalan Gunung Sumbing ini merupakan jantung bagi warga untuk menuju SMP N 9 Purwokerto dan Pasar Cerme. Namun jalan tersebut sejak beberapa tahun lalu rusak parah. Lubang besar menganga disepanjang jalan, ditambah lagi tekstur tanah yang miring dibeberapa badan jalan, membuat pengguna jalan mengeluhkan kerusakan jalan tersebut. “jalan yang rusak bikin motor saya susah ngelewatin jalan tersebut” Keluh salah satu pengendara motor, udin, memaparkan. (Bondan)

Mobil Pribadi Jadi Kantin

UNSOED, Cahunsoed-Van merah italic disebelah kampus perikanan dan kelautan ternyata tak terparkir begitu saja. Melainkan sebuah kantin alternatif ala mahasiswa jurusan ilmu perikanan dan kelautan. “Di jurusan ilmu perikanaan nggak ada kantin. Akhirnya saya berinisiatif untuk membuka kantin. Kebetulan mobil dirumah juga nganggur, ya udah akhirnya saya manfaatin jadi kantin” jelas Eka Prasetya pemilik kantin tersebut.

Usaha kantin ini telah berjalan kurang lebih dua bulan lamanya. Awalnya usaha tersebut hanya dijalankan oleh eka seorang. Tapi kini usaha tersebut juga melibatkan mahasiswa lain yang turut andil didalamnya. “dulu sih Cuma saya sendiri mas, sekarang mah ada empat orang” tambah mahasiswa angkatan 2008 ini.

Selain melibatkan mahasiswa, usaha tersebut juga melibatkan ibu-ibu rumah tangga dalam produksi makanan. Baik makanan yang berwujud nasi bungkus sampai makanan ringan atau snack. Omset penghasilanya pun terbilang lumayan untuk tambahan uang jajan mereka. (Qyoe)

Rektor Cup Unsoed 2011 Hadir Kembali

Purwokerto, kamis (21/4), GOR Satria kembali diramaikan dengan adanya turnamen Rektor Cup Unsoed 2011. Acara yang bekerja sama dengan Nuvo ini, dilaksanakan dari tanggal 18-24 April, diikiuti oleh 64 tim dari mulai SMP, SMA se-Banyumas juga se-Fakultas se-Unsoed. Acara ini merupakan kegiatan rutin tahunan, dan juga diselenggarakan dalam rangka meramaikan kembali dunia basket pelajar di Banyumas.

Rektor Cup Unsoed 2011 memperebutkan hadiah uang  sebesar satu juta rupiah. Ada 13-14 pertandingan yang dilangsungkan dalam satu hari. Peserta pun tak terbatas hanya di Unsoed, tapi juga berasal dari berbagai perguruan tinggi se-Banyumas.

Walupun diikuti oleh cukup banyak peserta, namun belum terlihat antusiasme yang besar dari penonton. Ini bisa dilihat dari banyaknya kursi yang masih kosong. Meski sedikit, setidaknya dari setiap harinya selalu ada peningkatan jumlah penonton. Hal ini diakui oleh Adis, MC pertandingan, “emang sejak mulai, selalu terjadi peningkatan jumlah penonton yang hadir”. “Yang biasanya rame itu kalau pertandingan anak SMA, supporter nya biasanya banyak dan ramai lagi”ungkap mahasiswa dari fakultas Ekonomi ini. [Mugi & egi]

Fraternifix, Peduli Melalui Sepeda

*Fraternifix saat Car Free Day

Purwokerto, Cahunsoed. Lingkungan yang kini telah dilanda global warming memancing sebuah komunitas anak muda untuk membuat gerakan peduli lingkungan. Fraternifix, sebuah Komunitas sepeda ini ternyata membuat sebuah terobosan dengan mengadakan kegiatan rutin yang mereka namakan Car Free Day, atau hari bebas mobil/ kendaraan.
Riri, salah satu anggota dari Fraternifix menuturkan bahwa Car Free Day ditujukan untuk menjaga lingkungan supaya terbebas dari polusi dari asap kendaraan bermotor. “Kita semua sadar kalo naik sepeda itu simple dan membebaskan lingkungan dari polusi” Tambahnya.
Car Free Day dilakukan rutin setiap hari minggu mulai pukul 06.00. Ketika komunitas sepeda ini ingin melakukan Car Free Day, biasanya mereka berkumpul terlebih dahulu di alun-alun Purwokerto. Selanjutnya, mereka mengayuh sepeda mengitari Purwokerto sembari memberi teguran kepada masyarakat agar membebaskan lingkungan Purwokerto dari bahaya polusi. (dafi)

Medan Magnet Limpakuwus: Terdapat Tiga Titik, Berubah-Ubah dan Masih Teka teki

Banyumas– Terdapat tiga titik lokasi yang diketahui . “Ada tiga tempat, tidak hanya yang sering dicoba. Di tikungan sebelum peternakan ada, dan juga disebelah barat sebelum lokasi yang sudah ditandai dengan benang putih” Terang Drh. Suhadi yang sering mencoba, karena sudah empat tahun bekerja di Peternakan Unsoed. Selain itu berdasarkan uji cobanya, kekuatan magnet bertambah jika pagi dan sore  hari.  Hingga kini belum ada penjelasan pasti, apakah benar adanya daya magnetik atau hanya tipuan optik.

Tim Cahunsoed mencoba tempat yang ditunjukan Drh.Suhardi. Senyatanya terbukti, dua titik tambahan yang ditunjukan olehnya membuat kendaraan berjalan naik sendiri. Namun justru di titik lokasi -yang sering dikunjungi dan sudah diberi tanda- kekuatan daya magnet tersebut tidak terasa.

Sekalipun masih teka-teki, fenomena alam tersebut tetaplah menarik. Dan dua titik lainnya bisa dicoba jika  di lokasi utama terjadi antrian terlalu panjang.