Melawan Kekecewaan Diantara Sekat

Oleh : Pendi Wijanarko

Tak usah berharap banyak pada janji yang tak pasti, sekat itu bisa kita robohkan sendiri

Sebuah bangunan berdiri tegak di sudut kampus Fisip. Bangunan itu bernama Sekretariat Bersama (Sekber) UKM dan HMJ. warnanya yang orange menyala ternyata menyimpan segudang kekecewaan bagi para calon penggunanya. Ya, gedung yang sudah diserahterimakan pada tanggal  16 Mei 2011 itu sampai saat ini tak dihuni oleh satu pun UKM maupun HMJ.

Bukan tanpa alasan bila sampai saat ini UKM dan HMJ belum menempati pusat kegiatan mahasiswa Fisip itu. Kondisi sekre yang tidak layak menjadi alasan utama seperti yang diungkap  Heru Gian Setiono, pengurus UKM Sepakbola. “Kalo ukuran sekre cuma 3×3 meter sih ga bisa buat ngapa-ngapain , Apalagi UKM olahraga kan gak cuma sepakbola, udah gitu sekrenya digabung, bayangin aja” keluhnya penuh kecewa.

Sedikit mengingat peristiwa beberapa bulan yang lalu. Ketika pembangunan sekretariat bersama berukuran 3×3 meter dilakukan berdasarkan keputusan sepihak dari Fakultas. Pada akhirnya menuai protes dari mahasiswa. Alhasil, lahirlah forum yang mepertemukan mahasiswa dengan Dekanat, Desember 2010 silam. Kala itu pembangunan sekber baru berjalan setengahnya.

Forum tersebut menghasilkan beberapa keputusan. Salah satunya, Dekanat sepakat untuk membangun sekretariat yang layak berukuran 3×6. Namun kesepakatan tinggallah kenangan, ibarat pembual yang mengumbar janji tapi tak pernah ditepati.

Sekat semi permanen sudah terpasang menjadi pemisah ruang per3x3 meter. Tingginya? Jangan berbaik sangka, hanya satu meter! Tak ada bedanya dengan bilik warnet yang ada disekitar kampus. Lantai dua dibiarkan tak bersekat. Niat baik untuk aula bersama, malah kosong melompong tak bertuan

“3×3 kan luas, lagi pula sekre itu hanya untuk tempat administratif saja bagi UKM dan HMJ” ucap Drs. Muslihudin M.Si, Dekan Fisip saat menanggapi luas sekber di forum bersama UKM-HMJ. Padahal, kegiatan UKM dan HMJ tidak melulu urusan administratif. “Ruangan berukuran 3×3 itu kurang representatif untuk organisasi. Apa lagi jika ditambah lemari dan meja, bisa dibayangkan kita musti berhimpitan saat rapat” ucap Etjung W ketua HMJ-AN. Bayangkan, jika kegiatan mahasiswa hanya sekedar membuka pendaftaran dan urusan surat menyurat saja. Bisa jadi sekretariat bersama yang seharusnya menjadi pusat kegiatan mahasiswa akan beralih fungsi menjadi pusat administrasi mahasiswa.

Terlepas dari persoalan administrasi, UKM dan HMJ tentunya membutuhkan tempat untuk mengembangkan ide dan kreatifitasnya. Dengan sekretariat berukuran 3×3 tidak mungkin dapat dijadikan tempat untuk rapat dan berdiskusi. Padahal dari hasil rapat dan diskusi tersebut akan ada transformasi nilai dan pengalaman baru untuk pengembangan ide dan kreatifitas mereka.

Bayangkan saja jika sebuah UKM maupun HMJ tidak memiliki ruang yang sesuai dengan kebutuhan mereka untuk pengembangan ide dan kreatifitasnya. Tidak ada ruang yang dapat memberikan mereka sebuah gambaran tentang identitas dan jatidiri UKM dan HMJ nya. Ketika mereka tidak dapat menyalurkan segala ide kreatifnya sehingga dapat menyurutkan semangat untuk menghidupkan UKM dan HMJ. Banyak hal yang tidak bisa dibayangkan saat semangat itu surut dan menghilang begitu saja dari para mahasiswanya.

Semangat untuk menghasilkan ide kreatif  bukan lahir karena keindahan yang ditawarkan dari sebuah fasilitas. Semangat dan ide kreatif itu muncul dari kebebasan dan keleluasaan untuk berfikir dan bergerak.

Dengan kondisi yang demikian, rasa kekecewaan pun muncul dari para mahasiswa. “Ini sudah sangat mengecewakan. Kalo memang nggak bisa dan nggak mampu mendingan nggak usah menjanjikan lah” ungkap Wahyu Indra P, Presiden BEM Fisip.  Sekretariat bersama sebagai pusat kegiatan mahasiswa pada dasarnya memang harus disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa.

“Silahkan kawan-kawan UKM dan HMJ menggunakan sekber untuk berkegiatan disana, kalo belum bisa memenuhi kebutuhan mahasiswa ayo kita bikin sedemikian rupa supaya bisa dipakai” tambah Presiden BEM yang akrab disapa Wai.  Nampaknya mahasiswa perlu bersikap dan mengambil tindakan untuk mendapatkan sekretariat yang layak sehingga kebutuhannya terpenuhi tanpa bergantung pada janji-janji birokrasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: