Mahasiswa Geologi Kelola Sampah Bersama Warga Sidakangen

KALIMANAH- Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi (HMTG) Dr Bumi Unsoed mengajak warga Desa Sidakangen, Kecamatan Kalimanah untuk mengelola sampah yang ada di lingkungannya. Kegiatan tersebut untuk merangsang kepedulian masyarakat atas kebersihan lingkungan.

Kegiatan yang dilaksanakan di wilayah Desa Sidakangen, Sabtu (8/5) lalu itu, bekerjasama dengan Kantor Lingkungan Hidup Purbalingga dan Perhutani. Ketua panitia acara tersebut, Oktoberiman menuturkan, melihat semakin maraknya kerusakan lingkungan, pengelolaan sampah oleh masyarakat sudah sangat diperlukan.

“Pengelolaan sampah yang berupa plastik, misalnya, lebih baik diarahkan untuk daur ulang, jangan dibakar. Karena kalau dibakar hanya akan merusak atmosfer,” jelas mahasiswa Jurusan Teknik Geologi Fakultas Sains dan Teknik Unsoed tersebut.

Selain diajak untuk mengelola sampah di lingkungan sekitar, warga Sidakangen juga diperkenalkan dengan dampak dari penggunaan barang-barang elektronik bagi lingkungan. Misalnya, dampak dari penggunaan AC dan kulkas. “Setelah kegiatan, penggunaan barang-barang itu tidak lagi secara berlebihan,” ujarnya.

Mahasiswa yang karib disapa Beri itu mengatakan, warga tidak hanya diberi materi tentang kebersihan lingkungan melalui sosialiasi. Akan tetapi, juga diajak untuk membersihkan lingkungan bersama-sama. “Kegiatan itu melibatkan warga dan juga mahasiswa,” kata dia.

Ditambahkannya, pada kesempatan tersebut, HMTG Dr Bumi Unsoed Fakultas Sains dan Teknik Unsoed juga menyiapkan 500 bibit trambesi untuk ditanam warga. Hanya saja, katanya, pemberian bibit tidak ditujukan bagi warga Sidakangen, namun juga di Desa Jompo dan Desa Rabak (keduanya di Kecamatan Kalimanah) serta lingkungan kampus.

“Desa-desa tersebut sengaja dipilih karena berada dekat dengan lingkungan kampus. Serta setelah disurvei, di sana juga masih banyak lahan kosong yang masih bisa ditanami,” terang Beri lebih lanjut. (bw-)

Iklan

Unsoed Punya Robot

Mulai 2009 sebuah komunitas mikrokontroller dan elektronika alias Kronika berdiri. Inilah awal dari babak pencerahan dari segala kegagapan teknologi di Universitas Jenderal Soedirman. Hingga kini mereka telah mengikuti  beberapa kompetisi yaitu dua buah robot pemadam api , robot pemain bola, serta lomba line follower di UNY. Untuk sebuah robot dibuat oleh tiga orang saja untuk bagian mekanik,elektronika,dan program.

Kompetisi robot yang diikuti biasanya diadakan oleh Dikti. Menurut ketua Kronika Ridwan Praja yang ngakunya punya sisi sangat lucu ini, “untuk penilaian kompetisi pada robot pemadam api adalah berdasarkan kecepatan robot mematikan api”.