Pocong Nan Segar

Purwokerto-Cahunsoed-Selasa(22/03) Dari hobi yang lezat jadilah bisnis mantap. Weny Widia Rahman seorang mahasiswa Sosiologi Unsoed memiliki hobi memasak. Berawal dari hobi inilah berbuah inspirasi. Ia dan kekasih Restu Wahyu Abadi (Komunikasi 06) beserta kawannya Audi Nur Ikhsan (Komunikasi 07) membuat sebuah warung makan Es Pocong 2. Awalnya mereka hanya mahasiswa yang merasa jenuh dengan waktu luang. Dari obrolan iseng saat makan bersama maka tercetuslah usaha Es Pocong 2 ini.
Mereka memutar otak mencari peluang bisnis yang mantap. Belajar dari kawan yang sempat berjualan es pocong saat ramadhan, maka mereka pun memilih usaha ini. Alasannya selain mudah juga memiliki nama dan rasa yang unik. Nama pocong yang terkesan angker ternyata sedap dan segar. Hanya dengan modal kurang lebih lima ratus ribu, akhirnya mereka berhasil membuka warung Es Pocong 2 di Jalan Jatisari no 51, Sumampir, Purwokerto Utara. Warung ini baru dibuka mulai tanggal 12 Maret 2011 dengan omzet yang cukup lumayan, sekitar lebih dari seratus ribu perharinya. (mily)

Iklan

Seriping Singkong Rasa Rujak

Juwarto dan istrinya berkreasi diluar kebiasaan, mereka membuat seriping singkong rasa rujak. Bumbu yang diracik sendiri tersebut membuat tidak ada duanya, tidak seperti seriping singkong rasa jagung yang sekarang mulai populer dan bumbunya pun dijual bebas dipasaran.

Sepuluh tahun menekuni produksi berbagai keripik membuat Juwarto dan istrinya sarat pengalaman, sehingga mampu menembus pasar dengan produksi 100kg per-hari. Selain itu, pengalaman tersebut membawa pada sebuah terobosan rasa baru, rasa rujak dengan harga cukup Rp. 3.000/bungkus untuk bisa menikmatinya.

“Se-kecamatan Kejobong, bahkan Purbalingga atau Purwokerto, saya yakin hanya saya yang jual singkong rasa rujak,” ungkap Juwarto yang juga tinggal di desa Kedarpan, Kec. Kejobong, Purbalingga. (hkm)