Tidak Ada Sosialisasi, Laskar Soedirman Siapa Yang Tahu

UNSOED, Cahunsoed- Laskar Soedirman, Suatu Tim bentukan BEM Unsoed yang diresmikan siang tadi (kamis, 07/06), tetapi  masih banyak mahasiswa yang tidak tahu tentang tim yang bergerak di pengabdian masyarakat tersebut. Salah satunya Susan Agustin, mahasiswa Sosiologi angkatan 2008 ini malah balik menanyakan  apa itu Laskar Soedirman saat diwawancarai.

Tidak hanya mahasiswa, Pembantu Rektor III Prof. Dr. Imam Santosa, M.Si. pun tidak tahu menahu tentang Laskar Soedirman ketika ditanyai Cahunsoed. Padahal ia adalah pembina BEM Unsoed dan penanggung jawab kegiatan mahasiwa.

Akan tetapi, menurut Unggul Budi W Laskar Soedirman sudah disosialisasikan keseluruh civitas akademik.  “Pembentukan Laskar Soedirman sudah disosialisasikan keseluruh BEM Fakultas dan civitas akademik yang ada di Unsoed” Jelas mentri pengabdian masyarakat BEM Unsoed ini.

Namun pernyataan Unggul tersebut dibantah oleh Presiden BEM FISIP, Wahyu Indra P.  “Laskar Soedirman ini tidak ada sosialisasi sama sekali, buktinya dari hal terkecil saja  pamfelet, tidak ada yang menempel di mading FISIP sama sekali kan ? itu cukup menunjukan tidak adanya sosialisasi” Bantah wahyu. (Qyoe)

Iklan

Debat Bahasa Inggris Tingkat Unsoed


v:* {behavior:url(#default#VML);}
o:* {behavior:url(#default#VML);}
w:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
Purwokerto, CahUndsoed,(27/5) Semua UKM bahasa inggris Unsoed sedang melakukan kompetisi debat bahasa inggris di gedung Soemardjito. Acara yang bernama IFDC(Inter Faculty Debating Championship) berlansung selama tiga hari, dari mulai tanggal 27-29 mei 2011. Tempat dalam gedung dibuat seperti sek
at-sekat untuk debat masing-masing peserta. ”Acara ini hanya diikuti oleh seluruh UKM bahasa inggris, juara bertahan biasanya dari fakultas hukum,ekonomi atau kedokteran.” Ujar Kisti,mahasiswa komunikasi 2010 selaku panitia.

Gedung Soemarjito dijadikan tempat untuk pusat acara, tetapi ada tiga tempat lain yang digunakan oleh panitia untuk kelancaran acara. ”Sebenarnya kita membutuhkan 12 tempat, tetapi kita maksimalkan 4 tempat saja karena tidak ada tempat lagi. kita menggunakan Graha soedirman, sekre SEF, rumah warga dibelakang gedung soemardjito.” tambah Febi selaku panitia.

Acara pertama dilaksanakan di Gedung  Soemarjito adalah case building yaitu studi kasus untuk persiapan. Puncak acara diselenggarakan pada tgl 29 mei 2011, Pada hari itu dilakukan final dan penampilan kolaborasi antara tari india dengan tari saman sebagai penutup acara. (dian)

Aksi ‘Selebritis’ BEM UNSOED

UNSOED, Cahunsoed– Kamis (26/5), sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan BEM UNSOED (BEM U) dan aliansi BEM Fakultas menggelar unjuk rasa di depan gedung Rektorat. Mereka menuntut dibatalkannya kebijakan Biaya Fasilitas Pendidikan (BFP) yang dianggap memberatkan orangtua mahasiswa baru. Anehnya aksi ini tidak melibatkan seluruh elemen mahasiswa, jadi BEM seperti ‘selebritis’ yang elitis ingin dikenal lewat sorot kamera media. Ditambah hanya secuil massa yang mengikuti aksi tersebut.

“Aksi ini memang mendadak. Cuma dipersiapkan semalam,” ujar korlap aksi Irfan Irianto di lokasi.

Aksi bukan main-main, alias butuh persiapan yang matang. Massa bukan robot yang sekedar bawa poster tuntutan, tapi juga harus tercerdaskan lewat forum-forum diskusi yang panjang. Terlebih aksi massa harus melibatkan seluruh elemen mahasiswa, minimal UKM.  Apa kata dunia, kalau aksi massa pakai sistem kebut semalam dan hanya BEM saja. (MG)

Aksi Peringatan Hari Pers Internasional

Purwokerto, Cahunsoed – Senin (9/5). Pukul 11.45, sejumlah wartawan yang tergabung dalam Paguyuban Wartawan Purwokerto (Pawarto) menggelar aksi di kantor Polres Banyumas untuk memperingati Hari Pers Internasional (3/5). “Ini adalah aksi solidaritas untuk mengenang peristiwa kekerasan yang menimpa wartawan Indonesia setahun silam, sekaligus juga memperingati hari Pers Internasional 3 Mei lalu” terang Inggit, mahasiswa Fakultas Hukum Unsoed.

Dalam aksi tersebut, wartawan menuntut pengusutan secara tuntas atas kasus kekerasan dan pemukulan yang dialami oleh tiga orang wartawan di Surabaya setahun silam (7/5/10). Mereka juga menuntut agar UU no.40 th 1999 tentang pers lebih ditegakkan dan dilindungi. Dan menjelang pukul 11.45, massa pun bubar sekaligus menutup aksi siang itu. (pendy)

Musim Hoki Penyedia Jasa Fotokopi

UNSOED, cahunsoed – senin (18/4). Keuntungan berlipat ganda diperoleh penyedia jasa fotokopi kampus dimusim ujian tengah semester April lalu. Bagaimana tidak, jumlah pengguna jasa fotokopi ini mendadak melimpah ruah dimusim ujian tersebut. “Diluar musim ujian, penghasilan yang didapat hanya berkisar Rp 100.000/hari, berbeda kalau pas musim ujian yang bisa mencapai lebih dari Rp 200.000/hari” ungkap Heri, karyawan warung fotokopi milik UKM BURSA Fakultas Ekonomi.

Beliau menambahkan bahwa mahasiswa biasanya memakai jasa fotokopi untuk keperluan-keperluan ujiannya. “Kebanyakan mereka fotokopi materi-materi kuliah dari dosen dan ngopy catatan kuliah” ucap lelaki asal Tegal ini. (a_iif)

Tanpa Surat, Polisi Tangkap Pedagang Pasar Wage

Purwokerto,Cahunsoed– Selasa (5/5). Empat orang pedagang pasar wage, malam tadi (04/5) di bawa ke kantor Polres Banyumas tanpa ada surat penangkapan yang pasti. Mereka adalah Heru, Wiwit, Yanto dan Budi yang dituding mengetahui pelaku penganiayaan terhadap petugas Satpol PP saat bentrok kamis kemarin. Keempat orang itu masih berstatus sebagai saksi.

“Saya dibawa ke kantor polisi pada pukul 02.00 dini hari. Waktu itu Saya tertidur, tiba-tiba pintu rumah diketuk seseorang. Tak tahunya polisi. Saya langsung dibawa ke Polres tanpa sebuah surat penangkapan. Pihak polisi mengaku hanya minta keterangan pada diri Saya,” ungkap Heru, salah satu pedagang yang digelandang di kantor Polres Banyumas.

Sampai berita ini diturunkan, keempat pedagang itu masih di kantor Polres Banyumas untuk diperiksa lebih lanjut. (MG)

Close Head Guncang Soemardjito

Purwokerto, (28/4) Hentakkan musik cadas dari  Close Head  menjadi penutup acara garapan Heart Corner dan Remoef. Meskipun tampil terakhir, antusias penonton menyaksikan penampilan Close Head sangat besar. Semangat penonton terbakar ketika Close Head mulai menaiki panggung. Penonton berjingkrakkan dan menyanyikan lagu Close Head dengan semangatnya, hingga penonton sampai ikut naik ke panggung . “ Kami benar – benar terkejut dengan antusias penonton disini, mereka udah hapal lagu kita,” tegas Ijan dengan logat Sundanya yang khas.
Band asal Bandung yang digawangi Asep Yolamlam, Aido, serta Ijan sengaja menyambangi Purwokerto dalam rangkaian tour mereka. “ Purwokerto adalah kota keempat dalam lima tour kami, sebenarnya sudah sejak dulu kami pengen ke sini, tapi engga pernah kesampean jadi ini pertama kali kita kesini,” ucap Aido sang gitaris.
Total, band yang berdiri sejak 1997 ini menampilkan lima lagu. Meski sempat terjadi sedikit trouble, namum mereka tetap senang bisa berkunjung ke Purwokerto. “ Yaah, masalah seperti ini masih wajar lah, namanya juga manusia pasti engga ada yang sempurna,” terang mereka kepada tim Cahunsoed. (bagus)