Profil-profil anak Kampus

“Musisi Juga Harus Membaca”

 

( Foto orgnya nyusul…)

 

Dunia musik tidak boleh dipandang sebelah mata sebagai dunia hiburan yang hanya having fun saja. Terdapat banyak sisi positif yang bisa dimanfaatkan”(Rahadian Descond)

Rahadian Descond, sosok yang sudah tidak asing lagi di kalangan mahasiswa Fisip. Dengan tubuh tambun, perangai ceria sok serius dan style rambutnya yang khas. Mahasiswa yang akrab dipanggil Descond ini, adalah salah satu yang ditakdirkan menjadi musisi muda Purwokerto. Dia adalah cerminan bahwa musisi muda tidaklah hanya having fun dan kongkow-kongkow tidak jelas tanpa tujuan. Musisi muda haruslah tetap berimbang antara hiburan dan perjuangan.

 

Pemuda yang lahir 2 Desember 1985 silam, saat ini tercatat sebagai mahasiswa jurusan Komunikasi dan sedang total sebagai Vokalis band beraliran Emo metal ‘Sadstory on Sunday’. Pilihannya untuk mengusung Emo metal menjadi aliran musik yang dijalani, karena jenis musik ini mampu mengeksplorasikan emosinya dengan teriak dan lantang. Meski sebagai musisi muda yang juga beraliran musik keras, tidak membuat Descond lupa akan perjuangan yang diidentikan pada mahasiswa. Pada salah satu lagunya ‘Kita Hidup di Satu Dunia’ Descond bersama Sadstory berempati menjadi hewan-hewan yang diburu secara liar, meneriakan perjuangan pelestarian lingkungan.

 

Sisi lain, yang menarik adalah ketika disibukan pada dunia musik Descond tetap meluangkan banyak waktu untuk membaca bacaan diluar hiburan. Buku yang Descond sering baca adalah bacaan-bacaan lintas agama serta biografi orang-orang berpengaruh di Indonesia dan di dunia seperti Pramudya Ananta Toer, Hari Rusli, F.Nitche, Musolini dan Che’guevara. Dengan bacaan tersebut ia bisa menambah wawasan serta kritis terhadap kondisi yang ada disekitarnya, dan bagaimana seharusnya menjadi pribadi seorang mahasiswa yang juga menjadi musisi.

 

Dengan berdasarkan buku-buku yang dibacanya, Descond memandang bahwa dunia musik adalah sarana tepat untuk proses perjuangan, musik mampu memberi kesan mendalam bagi para pendengarnya dan juga lebih humanis. “Dunia musik tidak boleh dipandang sebelah mata sebagai dunia hiburan yang hanya having fun saja. Terdapat banyak sisi positif yang bisa dimanfaatkan” ungkap musisi yang sedang menggarap albumnya ini .

 

Ditengah-tengah dunia musik yang sangat hedonis Descond menjadi salah satu contoh musisi muda yang tetap tidak lepas dari sisi perjuangan. Pribadi ini terbentuk tidak lain hanyalah karena Descond tetap meluangkan waktu untuk membaca bacaan perjuangan para tokoh terdahulu. “kalau tidak dari membaca buku kaya gitu kita mudah terbawa” tegas mahasiswa asal mersi ini.

 

. “Ayo membaca, ayo produksi, kreatif dan buka dunia baru!” demikian pesan Descond untuk kita.

4 Tanggapan

  1. keren

  2. ok deh bos,.. sip… Let’s Get the World With Reading,…
    emang bener banget bos,.. yang namanya Baca iTu Penting ,.. So ayo,…BACA-BACA….

  3. Ehmw…Bagaimana seorang dosn bisa memberi nilai yang objektif bila dia menyatakan cintanya kepada mahasiswi didikannya. hal ini terjadi antara dosen bernama KHOIRU dan FITHRI FARIDAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: